KUAKNEWS.COM, Minggu, 12 April 2026, Ketua Umum Lembaga Masyarakat Peduli Riau Bersih (Sikat Perisih) Bastian Jambak (Syekh Muda Sabaruddin ) angkat bicara terkait penataan kota Dumai rusak akibat semrawutnya kabel jaringan provider maupun internet milik perusahaan swasta yang berada di tiang PLN.
Kabel jaringan milik perusahaan
internet atau provider itu dipasang asal asalan tanpa memikirkan resiko
bahaya dan memikirkan keindahan kota.
" Kami minta kepada
pemerintah kota Dumai khusus Dinas Tata Ruang untuk turun kelapangan dan
memberikan teguran kepada pihak PLN dan perusahaan jaringan
kabel provider atau internet, termasuk jaringan TV kabel, " tegas Ketum
Sikat Perisih Bastian Jambak, Minggu (12/04/2026).

Sikat
Perisih sudah mendatangi kantor PLN Dumai untuk bertemu pimpinan nya
atau bidang ketenagalistrikan, namun pihak PLN mengelak untuk di mintai
keterangan terkait kabel provider dan internet yang nebeng di tiang
milik negara (PLN ) itu. Kabel jaringan itu apakah sudah ada izin nya
serta persetujuan dari PLN.
" Pihak PLN dan perusahaan provider/
kabel jaringan internet milik perusahaan swasta untuk segera
menertibkan kabel nya karena merusak keindahan kota. Selain itu kabel
kabel PLN juga ada yang sangat rendah, dikhawatirkan bisa berbahaya jika
tersenggol oleh anak anak. Lalu ada tiang PLN masuk ke dalam tanah
warga, " tegas Bastian.
Sesuai Peraturan Menteri BUMN RI nomor
PER-02/ MBU / 2010 juga mengatur kerjasama pemanfaatan aset BUMN oleh
pihak lain, termasuk kewajiban perjanjian (sewa atau bagi hasil). Selain
itu, ada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 115 /PMK.06/ 2020
tentang pemanfaatan barang milik negara (BMN) yang menyebutkan bahwa
bisa dimanfaatkan oleh pihak lain melalui mekanisme sewa atau pinjam
pakai dengan izin dari pengelola.
" PLN dan pihak provider dapat
membuat perjanjian kerjasama (PKS), artinya mengatur besaran sewa
pertiang, ketentuan keselamatan dan jarak aman kabel. Jika pihak PLN
tidak segera memerintahkan pihak provider terkait menertibkan pemasangan
kabel di tiang PLN, kuat dugaan pihak PLN ada permainan kotor dengan
pihak yang memiliki kabel jaringan tersebut. Makanya PLN diam dan
bungkam," tegas Ketum Sikat Perisih.
PimRed (R.Y)
PimRed (R.Y)