KUAKNEWS.COM - Dumai - 28 Agustus 2026 — PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) melalui program Community Involvement & Development (CID) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sejak 2023 sukses mendampingi Kelompok Masyarakat Alam Tani menyulap lahan tidur bekas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kelurahan Tanjung Palas menjadi lahan produktif dengan mengembangkan kegiatan pertanian hortikultura.
Setelah berhasil mengembangkan
tanaman Sorgum dan berbagai tanaman sayuran lainnya, Kelompok Masyarakat
Alam Tani di Kelurahan Tanjung Palas kini mulai mencoba peruntungan
baru dengan mengembangkan pertanian kopi di lahan gambut. Sebanyak 1.000
bibit kopi robusta ditanam pada 14 Juli 2026 secara bertahap di lahan
seluas dua hektar dari enam hektar total lahan pertanian yang digarap
oleh Pokmas Alam Tani binaan Pertamina Patra Niaga. Penanaman 1.000
bibit kopi tersebut menjadi tahap lanjutan setelah keberhasilan uji coba
penanaman 100 batang kopi dilakukan pada 2022.
Local
Hero Pokmas Alam Tani, Maiyudi atau yang akrab disapa Rudi menceritakan
bahwa penanaman Kopi yang dimulai empat tahun lalu tersebut berhasil
dipanen perdana pada awal 2026. ‘’Untuk hasil panen satu batang biasanya
menghasilkan satu kilogram biji kopi, dan hasil panennya masih sebatas
kami konsumsi sendiri,” ujar Rudi.
Selama ini
tanaman kopi identik dikenal sebagai tanaman yang tumbuh di dataran
tinggi dengan iklim yang sejuk atau dingin pada ketinggian sekitar
800-1500 diatas permukaan laut (mdpl). Keberhasilan penanaman kopi yang
dikembangkan oleh Pokmas Alam Tani bersama Pertamina Patra Niaga Kilang
Dumai ini menunjukkan bahwa lahan gambut yang dikelola dengan serius
juga bisa memiliki potensi sebagai komoditas bernilai ekonomi.
Tidak
hanya menjadi bagian dari roadmap program jangka panjang, pengembang
ini juga sejalan dengan melihat lagi tren gaya hidup masyarakat
kekinian yang menghabiskan harinya dengan ‘ngopi’, ditandai dengan
semakin menjamurnya bisnis-bisnis kedai kopi di berbagai daerah, mulai
dari skala UMKM hingga sektor retail.
Menurut
Rudi, keberhasilan penanaman kopi pertama yang berhasil dikembangkan
membuktikan bahwa lahan gambut yang dikelola secara serius juga memiliki
peluang menjadi lahan produktif dan menghasilkan. “Penanaman biji kopi
memberi peluang cukup besar di Indonesia. Apalagi di Kota Dumai belum
ada petani yang menanam bibit biji kopi, biasanya tempat yang sering
menghasilkan kopi itu kan ada di Aceh dan Lampung. Maka dari itu kita
mulai coba kembangkan di Kota Dumai, saya juga berharap kopi ini
nantinya bisa dikenal orang sebagai kopi gambut,’’ ujar Rudi.
Keberhasilan
Pokmas Alam Tani dalam mengembangkan pertanian hortikultura, termasuk
kopi merupakan wujud nyata dukungan berkelanjutan Pertamina Patra Niaga
Kilang Dumai dalam pemberdayaan masyarakat disekitar wilayah operasi
Perusahaan. Sejak mendampingi Pokmas Alam Tani, Pertamina Patra Niaga
memberikan membantu dukungan melalui penyediaan sarana prasarana
pertanian, perkebunan, serta peternakan. Selain itu, perbaikan akses
jalan juga diberikan untuk memudahkan kelompok membawa hasil panen dan
memasarkannya ke pasar-pasar di Dumai, serta peningkatan kapasitas
kelompok melalui berbagai pelatihan yang dibutuhkan oleh kelompok.
‘’Untuk
bantuan dari Pertamina Alhamdulilah luar biasa, kami sangat terbantu.
Biasanya kami ibaratnya berjalan, sekarang kami bisa berlari untuk
sampai ke tujuan. Dari pertanian tanaman buah, dari penanaman sorgum
dari pelatihan pengolahan dan pemasaran juga diperkenalkan . dulu kami
menanam kopi sekedar uji coba, sekarang bisa bikin hamparan kopi,’’ ujar
Rudi.
Area Manager Communication, Relations,
& CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Tengku Muhammad
Rum mengatakan program pertanian Kelompok Masyarakat Alam Tani tidak
hanya menjadi upaya perusahaan memberdayakan masyarakat lewat kegiatan
pertanian produktif, tetapi juga sekaligus menjadi strategi menjaga
lahan gambut dari ancaman Karhutla.
"Penanaman
kopi ini merupakan bagian dari penguatan program untuk mendukung
kemandirian serta keberlanjutan usaha kelompok ke depan. Melalui
pendampingan yang diberikan, kami berharap kapasitas kelompok terus
meningkat sehingga ketika tanaman kopi ini nanti sudah memasuki waktunya
panen, hasilnya tidak hanya memberikan tambahan pendapatan bagi
kelompok dan masyarakat sekitar, tetapi juga bisa berkembang menjadi
komoditas unggulan khas lahan gambut Kota Dumai yang memiliki nilai
tambah dan daya saing," jelas Muhammad Rum.
Muhammad
Rum juga mengapresiasi semangat para para petani yang tergabung dalam
Pokmas Alam Tani dalam mengembangkan pertanian di lahan gambut. Dukungan
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai ini turut mendukung agenda global
Sustainable Development Goals (SDG’s), khususnya poin ke-1 (Tanpa
Kemiskinan), poin ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), poin
ke-13 (Penanganan Perubahan Iklim).
Red (R.Y)
Red (R.Y)